News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Ikuti Tuban, Rembang Sukses Panen Benih Jagung Hibrida

Ikuti Tuban, Rembang Sukses Panen Benih Jagung Hibrida


SULSEL INFO - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong kegiatan  pengembangan petani produsen benih jagung hibrida berbasis korporasi petani. 

Tidak mau ketinggalan dengan tetanggnya yaitu Kabupaten Tuban, Rembang mengembangkan penangkaran benih jagung hibrida litbang varietas JH 37. Kelompoktani di Kec Jatirogo - Tuban yang berbatasan langsung dengan Kec Sale – Rembang, telah membuktikan keberhasilan dalam memproduksi benih jagung hibrida varietas Nasa 29. 

Keberhasilan petani Jatirogo ini yang menginisiasi petani Sale untuk menangkarkan benih jagung hibrida, dan pada bulan April ini berhasil panen benih jagung hibrida produk rakitan anak bangsa varietas JH 37 seluas 15 ha di Kelompoktani Krinjo Makmur (Syukur), Desa Sale, Kecamatan Sale, Kab. Rembang dengan hasil rata-rata 6 ton/ha.  

Syukur salah satu petani di Kec Sale, hampir tidak percaya hasil pembenihan tongkolnya besar besar hampir sama dengan lengan saya, dari hasil timbangan 1 kg ada 4 tongkol, ungkapnya. Sehingga kelompoktani lain menjadi termotivasi ingin ikut program korporasi jagung hibrida. 


Dirinya sangat bersyukur sekali mendapat bantuan korporasi jagung dari Kementan, paparnya. (15/4),

Tak lupa saya ucapkan terima kasih atas dukungan seluruh jajaran Kementan, Dinas Pertanian, petugas lapang (PBT, POPT, PPL), dan PT Twinn (Pak Eko dkk) yang selalu mendampingi saya dari nol cara buat benih hingga geropyokan saat didera ulat grayak siang malam, tukas Syukur.

Biasanya pendapatan kami dari tanam jagung konsumsi per ha sekitar 12 jt/ha, dengan koorporasi benih rata-rata menghasilkan calon benih 6 ton/ha, dimana biaya produksi petani (sebagian sudah di bantu pemerintah lewat koorporasi), maka pendapatan petani yang kami dapat sekitar 31,5 – 36 juta/ha. Ada peningkatan pendapatan 2-3 kali lipatnya. Alhamdulillah, ujar Syukur dengan bangga. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab Rembang, Ir Suratmin, MM menyampaikan “Petani Rembang sangat antusias sekali setelah melihat hasil panen Korporasi Benih Jagung April ini, petani jadi piawai membuat benih sendiri, tongkolnya besar-besar, hasil babat tetua jantan yang tidak terpakai dan masih hijau bisa untuk pakan ternak,  serta yang menggembirakan ada perubahan peningkatan pendapatan petani”.  Semula, Rembang di tahun 2019 mendapatkan bantuan Pengembangan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani seluas 55 Ha”, tahun 2020 ini alokasinya bertambah luas 3 kali lipat menjadi 169,5 Ha, tukas Suratmin. 

Seperti halnya yang selalu digaungkan oleh Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Dr. Ir. Suwandi, M.Si dengan program “Pro Paktani”, hendaknya “Program bantuan arahnya membentuk kawasan yang terintegrasi dari hulu sampai hilir dan dikelola secara professional, komprehensif dengan pola integrated farming dan ke arah zero waste,” tegas Suwandi. 

 “Hasil Korporasi benih jagung hibrida petani Rembang cukup baik, sejatinya kunci berhasil tidaknya korporasi adalah kerjasama yang berkelanjutan, dibiayai oleh bantuan pemerintah hanya 2-3 kali, luasan nambah terus, dan petaninya tambah sejahtera, iku titenono dengan logat Jawanya yang kental, ungkap Dr. Ir. H. Sumardjo Gatot Irianto, MS, D.A.A, Plt. Inspektur Jenderal, Kementan saat kunjungan ke Kec. Sale, Rembang. Sebagai Bapak penggagas “Korporasi Benih”, dirinya juga terus mendorong kemandirian petani berbasis korporasi. Kami selalu hadir untuk petani,  imbuhnya.


Menurut Rakimin, Direktur PT. Twinn dirinya siap melanjutkan kemitraan perbenihan jagung hibrida dengan petani, meski tidak ada bantuan dari pemerintah, ulas pria yang selalu berpenampilan sederhana. 

Direktur Perbenihan, Ir. Takdir Mulyadi, MM saat kunjungan bersama dengan Inspektorat Jenderal dan Kepuslitbangtan menyampaikan harapannya, agar Rembang mampu mencetak produsen benih jagung hibrida rakitan anak bangsa yang handal, mandiri, inovatif untuk memenuhi kebutuhan benih daerah tersebut. Ke depan tidak perlu lagi mendatangkan benih jagung hibrida dari luar Provinsi sehingga petani tepat waktu tanam sesuai kebutuhan petani.(**)

Kontributor : Retno Setianingsih.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar