News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Meski Siaga Pandemic Covid 19, Tuban Hasilkan Panen Benih Jagung Hibrida Ratusan Ton

Meski Siaga Pandemic Covid 19, Tuban Hasilkan Panen Benih Jagung Hibrida Ratusan Ton


SULSEL INFO ■ Ditengah siaga pandemic Covid 19 yang melanda tanah air, tidak menyurutkan semangat petani di tuban para petani Tuban justru berhasil memanen benih jagung hibrida produk rakitan anak bangsa Nasa 29 hingga ratusan ton.

Panen benih berlangsung di dua Kelompoktani, kelompok tani Sekar Tani Makmur (Desa Sekaran) dan Kelompoktani Jaya Utama (Desa Wangi), Kec. Jatirogo, Kab.Tuban.  

Menangapi keberhasilan para petani jagung di tuban berikut ini ulasan penyampaian, dijelaskan oleh Staf Khusus Menteri Pertanian Prof. Dr. Ir. Imam Mujahidin Fahmid, M. TDev, melalui teleconference ia mengatakan  bahwa benih merupakan komponen yang sangat penting dan strategis, terlebih sejak adanya kebijakan untuk meningkatkan produktivitas hingga 7% per tahun.  Benih merupakan titik tonggak starting awal setiap budidaya tanaman, terlebih benih produksi yang digagas oleh anak bangsa seperti di Tuban, tandasnya

Dr. Ir. Suwandi, M.Sc, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, dirinya menargetkan melalui kegiatan perbenihan berbasis korporasi ini, Tuban dapat menghasilkan benih karya anak bangsa secara mandiri insitu dan hasilnya dapat diekspor ke negara tetangga.” tukasnya 


“Kebijakan Kementan mempermudah dan mempercepat pengurusan izin ekspor terbukti menggairahkan pengusaha dan eksportir benih jagung hibrida karya anak bangsa untuk melipatgandakan ekspor pertanian (Geratieks)”, ungkapnya di Jakarta, Senin (13/4).

Lanjut dijelaskan oleh Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan Tuban, Murtadji SPi, MM. menjelaskan Pada tahun 2019, Tuban ditetapkan oleh Kementerian Pertanian sebagai salah satu lokasi Pilot Project “Pengembangan Kawasan Perbenihan Jagung Hibrida Berbasis Korporasi Petani seluas 439,6 Ha”, dan tahun 2020 ini alokasinya bertambah luas sekitar 560 Ha, paparnya 

Luas panen benih jagung hibrida hingga Mei ini seluas 350 Ha., dengan hasil rata-rata 5,6 ton/ha, total perkiraan produksi calon benih jagung hibrida di Tuban sekitar 850 ton, kata Murtadji. 

Menurut Direktur PT. Tunas Widji Inti Nayotama (Twinn), Rakimin, rata-rata menjadi benih bersertifikat sekitar 45% dari produksi calon benih di Kab. Tuban (sekitar 2,6 - 3 ton/ha benih).  Hasil panen calon benih langsung kami proses menjadi benih untuk memenuhi ketersediaan stok benih insitu bahkan sisanya akan kami ekspor ke Timor Leste, Insya Allah setelah corona berlalu, harapnya

Dr.Ir. Takdir Mulyadi, MM, Direktur Benih berharap, pandemik Corona cepat berlalu dan akan terus mendorong dan mempercepat laju ekspor benih jagung hibrida ke Timor Leste, agar Tuban mampu mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, modern dan menambah devisa. 

Dr. Ir. H. Sumardjo Gatot Irianto, MS, D.A.A, Plt. Inspektur Jenderal, Kementan yang juga pencetus ide “Terobosan Korporasi Perbenihan” pada kesempatan yang berbeda menegaskan, bahwa “Indikator keberhasilan kawasan korporasi adalah kemitraan yang berkelanjutan, tambah luas serta meningkatkan nilai tambah petani dan adanya perubahan peningkatan kesejahteraan petani”, pungkas Gatot.

BACA JUGA: Kapan Wabah Virus Corona Berakhir Menurut Hadis?

Adapun keterangan dari Ketua Poktan Jaya Utama Desa Wangi, Darji, panen benih jagung hibrida ini diluar perkiraan, semula kami targetkan 5,6 ton/ha, alhamdulilah ternyata bisa mencapai 7,5 ton/ha. Kami sangat bersyukur di lahan marginal yang minim air, dan saat awal tanam pontang panting mengendalikan serangan ulat grayak, ternyata masih bisa panen. Semula kami ragu apakah bisa panen, namun setelah melihat hasilnya kami sangat puas dan merasa bangga. Hasil panen kami langsung di dibeli oleh mitra  PT. Twinn, kami juga untung hingga 2 kali lipat, ucapnya dengan mata berkaca-kaca. 


Kontributor : Retno Setianings

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar