News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Peduli Pendidikan, Bupati Soppeng : Beasiswa Tetap Berlanjut di Tengah Pandemi Covid-19

Peduli Pendidikan, Bupati Soppeng : Beasiswa Tetap Berlanjut di Tengah Pandemi Covid-19



SULSEL INFO ■   Pemerintah Kabupaten soppeng membuktikan jika Bupati H. Andi Kaswadi Razak. SE, begitu sangat peduli pada dunia pendidikan dan sangat mendukung setiap peserta didik berprestasi.

Hal tersebut di buktikan oleh Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak, SE melalui Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Soppeng Provinsi Sulawesi Selatan dengan keluarnya Keputusan Bupati Soppeng No.312/V/2020 Tentang penetapan Penerima penghargaan bagi peserta didik berprestasi Akademik tahap 1 tahun anggaran 2020. Jadi beasiswa tetap ada dan berjalan sebagaimana mestinya.

Maraknya pembicaraan anggaran beasiswa terjadi pemangkasan anggaran, akibat adanya wabah virus covid-19. Bupati soppeng H. Andi Kaswadi Razak. SE menjawab bahwa beasiswa tetap ada, dan berjalan sebagaimana mestinya, tidak ada pengaruh masalah corona, ini sudah menjadi komitmen saya pada dunia pendidikan, (2/06/2020).
  
Lanjut dijelaskannya, Untuk tahun 2020 lanjutan beasiswa yang sedang berjalan seperti Beasiswa untuk Siswa SD dan SMP yang berprestasi sebanyak Rp.2.450.500.000 untuk 6463 siswa SD dan SMP, beasiswa Universitas S1 luar Negri 4 orang Rp. 30.000.000 dan beasiswa S1 Dokter Spesialis 1 orang Rp. 15.000.000,- Beasiswa Bebas tes S1, D4, D3 9 orang Rp. 26.000.000,- Mahasiswa Aktif D3, D4, S1, S2, S3 622 orang Rp. 1.900.500. 000,-. hari ini jumat 29/5/2020 direalisasikan anggarannya sebesar Rp 4,422 milyar,” Penetapan penerima beasiswa. Sudah ada,  bahkan sudah dicairkan, terang Bupati

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Soppeng Drs. H. Muh. Asis Makmur, M.Pd.I

Sementara itu, terpisah' Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Soppeng Drs. H. Muh. Asis Makmur, M.Pd.I yang dihubungi sulselinfo, Ia mengatakan tidak benar jika ada pemangkasan anggaran beasiswa. Faktanya adalah pendapatan pemerintah pusat dan daerah baik yang berasal dari DAU maupun PAD sekalipun mengalami penurunan sehingga alokasi belanja pemerintah juga harus disesuaikan atau refocusing.

Tidak terkecuali anggaran di Dikbud yang terkena imbas dari refocusing anggaran. Dikbud tinggal menyisakan DAK Fisik, DAK non fisik (BOS), honor GTT/PTT dan program/kegiatan yang sedang berjalan

Kedepannya kita tunggu perkembangan pandemi ini. Kalau seandainya cepat berlalu maka pasti masalah pendidikan menjadi prioritas  yang dibahas di APBD Perubahan,” pungkas Azis Makmur. (A2M)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar