News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Asimilasi, LPKA I Tangerang Bebaskan Dua Anak Binaan

Asimilasi, LPKA I Tangerang Bebaskan Dua Anak Binaan



SULSEL INFO ■  Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas I Tangerang kembali mengeluarkan 2 (dua) anak binaan yang telah memenuhi syarat dan ketentuan dalam program asimilasi, untuk kembali ke keluarga masing-masing pasca mengikuti masa pembinaan di Lembaga tersebut, Rabu (15/7/20) pagi.

Kepala LPKA I Tangerang, Esty Wahyuningsih mengatakan, pihaknya mengeluarkan 2 anak binaan merupakan implementasi dari Permenkumham No. 10 Tahun 2020 tentang 'Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19'.

"Termasuk Surat Edaran Dirjenpas Nomor : PAS-497.PK.01.04.04 TAHUN 2020, tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan dan Penyebaran Covid-19," katanya.

Menurut Esty, syarat dan ketentuan untuk anak binaan yang bisa mendapatkan program asimilasi dari LPKA I Tangerang diantaranya, berkelakuan baik dan telah mengikuti seluruh kegiatan pembinaan serta telah menjalani pembinaan selama 3 (tiga) bulan di LPKA yang ia pimpin tersebut.

"Kita (LPKA) hari ini kembali memulangkan dua anak binaan yang terdiri dari laki-laki. Kami kembali tegaskan, program asimilasi ini gratis, tanpa dipungut biaya sepeser pun," terang Esty.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran LPKA itu kembali mengungkapkan, untuk mengantisipasi dan memantau terjadinya tindakan yang tidak diinginkan oleh anak-anak yang mendapatkan program asimilasi, pihaknya melakukan monitoring dengan ketat.

"Kita memantau anak-anak (asimilasi) dengan membuat group WA dari masing-masing orang tua. Alhamdulillah, kita sampai saat ini tidak mendapatkan laporan adanya pelanggaran hukum oleh anak-anak yang mendapatkan asimilasi," paparnya

Sementara itu, Kasi Pembinaan LPKA I Tangerang, Herti Hartati berpesan terhadap kerabat dan para anak binaan untuk senantiasa mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penularan Covid 19, seperti Physical Distacing (menjaga jarak), penggunaan masker dan sering mencuci tangan menggunakan sabun (hand sanitizer).

"Setelah menjalani asimilasi, ditekankan kepada anak binaan dan orang tua untuk tetap melakukan komunikasi dengan pihak Bapas, dalam rangka pembimbingan dan pengawasannya hingga nanti menjelang bebas murni," pungkas Herti kepada Sulselinfo.com via Selular.(By)

■ A2M 

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar