News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Kementan Kawal Pengembangan Kawasan Korporasi Padi

Kementan Kawal Pengembangan Kawasan Korporasi Padi



SULSEL INFO ■  Kementerian Pertanian (Kementan) terus pacu peningkatan produksi padi melalui Program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Berbasis Korporasi Petani (ProPaktani). 

Direktur Perbenihan, Dr. Ir. Takdir Mulyadi, MM lakukan pengawalan Pengembangan Kawasan Korporasi Padi di Desa Sragi, Kec. Talun, Kabupaten Blitar (8/7), sebelumnya juga dilakukan pengawalan di 5 (lima) Kabupaten Indramayu, Karanganyar, Demak, Pemalang dan Bojonegoro.  Mengingat, Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur merupakan 8 provinsi sentra lumbung padi di Indonesia.  

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Blitar, Ir. Wawan Widianto menyambut positif dan siap mendukung kegiatan Kementan. Syukur Alhamdulillah, Kab Blitar mendapatkan kesempatan dalam kegiatan Pengembangan Kawasan Korporasi Padi.  Blitar dengan luas lahan produktif seluas 31.000 hektar memberi sumbangan 5 (lima)  kabupaten terbesar pemasok kebutuhan pangan masyarakat Jawa Timur. 

Kluster yang sudah terbentuk berupa desa percontohan budidaya padi Hayati, brigade alsintan, Desa Mandiri Benih, dan Pengelolaan Pasca Panen (vertical Dryer dan RMU). Harapannya, Blitar nantinya menjadi kawasan padi sehat HMI Hayati berbasis korporasi yang lebih besar dan terintegrasi dari hulu sampai hilir, ungkap Wawan.

Takdir menuturkan, hal ini sesuai dengan arahan Direktur Jenderal Tanaman Pangan,  Dr. Ir. Suwandi, M.Sc bahwa Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.H, terus mendorong Pengembangan Kawasan Padi Berbasis Korporasi untuk mensejahterakan petani. Kegiatan ini mulai diinisiasi pada tahun 2020 pada daerah sentra padi. 

“Pengembangan Kawasan Korporasi Padi merupakan penggabungan klaster-klaster kecil luasan 500 ha menjadi satu kawasan yang besar seluas 5.000-10.000 hektar. Nantinya kawasan besar ini, semua kegiatan usahataninya terintegrasi dari mulai hulu sampai hilir dikelola dengan pola korporasi dan berorientasi bisnis, ungkap Suwandi secara terpisah di Jakarta, Kamis (9/7).

“Ke depan, kelompoktani di daerah perlu segera membentuk kelembagaan Kawasan Korporasi dengan tujuan mengembangkan model bisnis dalam usaha tani yang nantinya akan memberikan nilai tambah, memperkuat kelembagaan petani dengan wadah korporasi, sehingga petani mempunyai nilai tawar dan dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraannya”, bahkan bisa memanfaatkan dukungan permodalan dari perbankan berupa KUR tambah Suwandi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Andi Sholeh, Kasubdit Pengembangan Varietas, untuk menunjang keberhasilan Pengembangan Kawasan Padi Berbasis Korporasi, rencana di akhir Juli 2020 ini akan diadakan pelatihan manajer utama, manajer unit dan manajer kluster. Dimana calon-calon manger tersebut dipilih yang memenuhi syarat diantaranya mampu mengelola, memanage korporasi, berwawasan luas, berorietasi bisnis, dan energik serta berpengalaman dibidang bisnis yang dijalankan.


“Pada lokasi kunjungan yang berbeda, Takdir menyampaikan bahwa di Gapoktan Tani Mulus Mandiri, Ds. Mundakjaya, Kec. Cikedung, Kab. Indramayu telah terbentuk kluster yang dominan memproduksi beras premium. Dengan menggandeng perbankan Sinar Mas, pemasarannya sudah bisa memasok secara kontinyu retail terbesar Transmart, Yogya Group, Surya Toserba, Indomaret, Borma, Fajarmart juga Bulog”, tukas Takdir.

Lain halnya di Kab. Demak, dengan terbentuknya Korporasi Citra Kinaraya, di Desa Mlatiharjo, Kec. Gajah, Kab. Demak, yang sudah berjalan usaha bisnisnya dibidang pengolahan beras premium, beras khusus (beras hitam, cokelat, merah), beras Genki, beras khas yaitu mlathi, pembuatan silica powder, pembuatan pakan ternak produk samping pengolahan beras, pembuatan tepung dari dedak, pembuatan minum seduh dari beras hitam.  Yang menarik, benihnya diperoleh dari varietas lokal spesifik lokasi hasil pemuliaan petani itu sendiri, hal ini tentu dapat mengurangi biaya produksi usaha taninya. Mitra jaringan bisnisnya cukup luas mencakup ke wilayah Kabupaten Sragen, Kudus, Banyumas dan Grobogan serta mendapatkan dukungan dari Kementerian Koperasi, Perbank-kan, PT. Sinar Mas.  Harapan Takdir, Kab. Demak dapat menjadi show window Provinsi Jawa Tengah bahkan secara nasional.  

Sedangkan di Jawa Tengah, di Kabupaten Pemalang, akan dibentuk kawasan korporasi padi menduplikasi Korporasi Petani di Sukabumi. Korporasi ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Kementerian Kominfo, dan Investor asing dari Arab dalam hal pengelolaan “RMU modern. Untuk Kab. Karangayar dengan luasan produktiv 5.000 ha akan dibangun kawasan korporasi padi di 3 kecamatan, dimana Karanganyar merupakan salah satu sentra padi yang memasok kebutuhan pangan di Jawa Tengah dengan rata-rata produktivitas  8 ton/ha dengan Indeks Pertanaman Padi (IP) mencapai 2,5 – 3 kali,  pungkas Takdir.

Kontributor : Retno Setianingsih, Dewi TR, Tri Wantoro

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar