News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Solusi Cerdas Tingkatkan Produktivitas Padi Hibrida

Solusi Cerdas Tingkatkan Produktivitas Padi Hibrida



SULSEL INFO ■  Alih fungsi lahan pertanian dan semakin sempitnya luas areal sawah serta adanya perubahan iklim kekeringan akibat pemanasan global saat ini sulit dihindari.

Hal ini mengakibatkan turunnya produktivitas padi dan mengganggu tercapainya swasembada pangan serta bisa jadi akan menimbul kerawanan pangan. Meski demikian Pengembangan padi hibrida menjadi solusi cerdas untuk meningkatkan produktivitas padi.

Dikatakan Direktur Perbenihan, Takdir Mulyadi saat bersama Direktur PT Tunas Widji Inti Nayottama, Rakimin serta Kepala Bidang Pengelolaan Pangan, Dinas Petanian dan Perkebunan Kab. Kediri, Yeni Astuti di saat acara panen bersama “Sinkronisasi produksi benih padi hibrida rakitan anak bangsa varietas Hipa 21” seluas  0,21 Ha di Desa Bulu Pasar, Kecamatan Ngasem, Kab. Kediri, (7/07)

 “Suatu kebanggaan tersendiri melihat keberhasilan produksi benih padi hibrida untuk perdana, dengan hasil produksi benihnya cukup memuaskan mencapai + 1,2 - 1,5 ton per hektar benih, meskipun ada beberapa pertanaman yang terserang  burung dikarenakan tidak ada lagi pertanaman padi disekitarnya”, papar Yeni.  

“Kegiatan ini bertujuan untuk melihat sinkronisasi potensi hasil yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan (lokasi, iklim) yang mendukung persilangan antara tetua indukan untuk menghasilkan persentase pembentukan biji (seed set) pada padi hibrida secara optimal” ungkap Rakimin.

“Dari 3 (tiga) hasil demplot pertanaman padi hibrida (F1) varietas Hipa 18, Hipa 19 dan Hipa 21 di Prov. Lampung, Kalimantan Selatan, Blora serta Rembang, penampilan varietas Hipa 21 sangat bagus dan banyak diminati petani, terang Rakimin.

“Varietas Hipa 21 lebih disukai petani karena memiliki keunggulan hasil rata-rata 8,99 ton GKG, potensial hasil tinggi mencapai 11,11 ton GKP, disamping itu rasa nasinya pulen. Varietas ini juga tahan Wereng Batang Coklat (WBC) biotipe 1, tahan terhadap penyakit Hawar Daun Bakteri (patotipe III) pada fase vegetative, serta agak tahan Blas Ras 073, ucap Ahmad, Kasi Penilaian Varietas menambahkan.

Terpisah, Direktur Jenderal, Ditjen Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan bahwa Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus membuat gebrakan pengembangan adopsi teknologi padi hibrida untuk meningkatkan produktivitas padi secara nasional, terlebih hasil produksi rakitan anak bangsa.

Di sela-sela kunjungan, Takdir, Direktur Perbenihan menuturkan “Kenapa Padi hibrida menjadi alternatif untuk meningkatkan produktivitas padi? Apa bedanya padi inbrida dengan padi hibrida.

Budidaya padi inbrida bersari bebas atau hasil perkawinan sendiri, sedangkan padi hibrida adalah hasil perkawinan dua indukan unggul (CMS dan Restorer), yang terbukti menghasilkan potensi hasil minimal 20% lebih tinggi dibandingkan padi inbrida atau lokal, ungkap Takdir.

Takdir berharap, Padi hibrida dapat digunakan sebagai salah satu solusi untuk meningkatkan produktivitas padi ditengah maraknya alih fungsi lahan dan berkurangnya lahan sawah untuk pembangunan, disamping itu punya keunggulan lebih tahan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT). pungkasnya

Kontributor : Retno Setianingsih, Eli Kuncoro, Sukmawati Aribe

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar