News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Inilah Kisah Suka Duka Awak Dukcapil Layani Warga Terpencil

Inilah Kisah Suka Duka Awak Dukcapil Layani Warga Terpencil



SULSEL INFO ■  Pekerjaan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, ternyata bukan semata bersifat administratif. Ada upaya mencapai tujuan bernegara--antara lain melindungi segenap bangsa--ketika bersentuhan dengan nilai-nilai humanisme universal.  

Itulah inti pesan yang tersirat dari dialog Ngopie Pagi Bareng Prof Zudan Episode ke-14 bertema "Kami Ada Untuk Anda" yang ditayangkan di TV Desa dan disiarkan secara live streaming di channel Dukcapil Kemendagri Yotube, Kamis (22/10/2020) pagi.

Dalam acara yang dibawakan oleh Host Suryokoco Suryoputro yang juga Pemimpin Redaksi TV Desa itu terungkap perjuangan tak kenal menyerah para awak Dukcapil di berbagai saat melakukan layanan jemput bola merekam data KTP-el dengan mendatangi penduduk di wilayah terpencil, termasuk kaum difabel dan para jompo yang jelas tidak bakal mampu datang ke kantor Dukcapil karena keterbatasannya.

"Negara itu dibentuk untuk membahagiakan masyarakat. Begitu juga Dukcapil ada itu pun untuk masyarakat yang berada di mana pun tanpa mengenal diskriminasi. Kami menyadari wilayah Indonesia yang sangat luas ini memerlukan ASN peyelenggara negara yang tangguh. Maka kami wajib melakukan layanan yang kami sebut jemput bola dengan mendatangi penduduk Indonesia yang belum tersentuh layanan administrasi kependudukan di mana pun mereka berada apa pun keadaan mereka," tutur Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakrulloh dalam pengantarnya. 

Dari Dinas Dukcapil Kabupaten Lebak ditayangkan video proses pelayanan adminduk mulai dari perekaman KTP-el pembuatan KK, KIA bagi suku Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten. Kegiatan ini akhirnya bisa berlangsung setelah melalui negosiasi yang alot selama beberapa kali pertemuan dengan para sesepuh adat dan memberikan literasi dengan bahasa ibu masyarakat setempat. 

"Kita menjelaskan bahwa masyarakat Baduy harus punya KTP-el agar bisa mendapatkan layanan dasar dari negara seperti pendidikan, bantuan sosial. Alhamdulillah bisa diterima oleh masyarakat setempat. Salut untuk masyarakat Baduy yang sangat tertib mengantre perekaman KTP-el. Dari pagi duduk tidak pindah tempat, hormat betul saya dengan masyarakat Baduy. Adabnya tinggi," ujar Dirjen Zudan.

Contoh baik dari Baduy ini kemudian direplikasi untuk menghadapi masyarakat adat terpencil di Papua. "Bahasa ibu digunakan untuk masyarakat di Papua. Pendekatan sosial dan sosiologis efektif untuk membangun trust building." 

Dari Dukcapil Kota Semarang ditayangkan video proses perekaman KTP-el untuk kaum difabel dan para jompo yang sedang sakit dan masyarakat lain yang memiliki keterbatasan sehingga tidak memungkinkan datang ke kantor Dinas Dukcapil.

"Semua dilakukan dari rumah ke rumah dengan membawa alat perekaman yang cukup berat. Setiap setting alat di satu rumah saja butuh waktu minimal 30 menit dengan membawa jaringan internet sendiri. Bahkan ada petugas yang sempat mual ingin muntah saat melayani warga jompo yang sakit dan kurang terurus> Namun semua dijalani dengan ikhlas dan pantang menyerah," cerita Dirjen Zudan.

Bahkan petugas Kabupaten Murung Raya di Kalimantan Tengah sempat terbalik perahunya di sungai yang berarus deras saat mendatangi penduduk di desa paling ujung yang sulit dijangkau. 

"Sejumlah perlengkapan dan logistik hanyut terbawa arus. Alhamdulillah semua petugas yang terlibat selamat namun harus bermalam dengan basah kuyup dan lapar di tengah hutan. Inilah perjuangan sepenuh hati menyabung nyawa untuk memberikan pelayanan terbaik yang bisa mereka lakukan untuk masyarakat. Sangat terharu dan salam hormat saya untuk kerabat Dukcapil di Kabuaten Murung Raya," tutr Zudan.

Pada bagian akhir Dirjen Zudan berpesan agar para punggawa Dukcapil jangan cepat mengeluh atau menyerah.

"Tidak mungkin Allah SWT kalah dengan pabrik gembok yang menjual gembok lengkap dengan kuncinya. Begitu juga Allah sudah menyiapkan solusi saat memberikan masalah. Mengeluh, itu bukan jiwa miltansi yang kita bangun di Dukcapil," kata Dirjen Zudan memungkasi. Dukcapil***

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Posting Komentar