Serap Aspirasi Warga Desa Tajo, AD Mayang Fokus Infrastruktur dan Pendidikan
Font Terkecil
Font Terbesar
SULSELINFO.net WAJO – Ratusan warga Desa Tajo, Kecamatan Majauleng, antusias menghadiri kegiatan reses Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Wajo, AD Mayang. Reses ini menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat dan wakil rakyat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi di desa mereka.
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wajo, Dinas PUPRP, serta BPJS Kesehatan, sehingga aspirasi warga dapat langsung didengar lintas sektor. Rabu (28/1/2026).
Dalam dialog yang berlangsung hangat, warga Desa Tajo menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak. Salah satu aspirasi utama adalah normalisasi sungai di Desa Tajo yang dinilai penting untuk mencegah banjir serta mendukung aktivitas pertanian warga.
Di sektor pendidikan, kepala UPTD Majauleng meminta agar segera dilakukan pengisian kepala sekolah definitif pada sekolah yang saat ini masih kosong. Kondisi tersebut dinilai menghambat proses administrasi pendidikan, khususnya penginputan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang tidak dapat dilakukan tanpa kepala sekolah definitif.
“Kalau tidak ada kepala sekolah definitif, penginputan Dapodik terhambat, dan ini berdampak langsung pada layanan pendidikan,” keluhnya.
Aspirasi lain yang disampaikan adalah.rehabilitasi dan pembangunan pagar Posyandu (Postu) Desa Tajo, yang dinilai penting untuk mendukung layanan kesehatan masyarakat.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, AD Mayang menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi warga sesuai mekanisme yang berlaku.
“Insyaallah semua aspirasi ini akan kita perjuangkan sesuai mekanisme yang ada. Termasuk kondisi SD yang roboh akibat angin puting beliung, tahun ini sudah masuk tahap rehabilitasi dan masih dalam proses penilaian di kementerian,” ujar AD Mayang.
Untuk sektor infrastruktur, ia juga menjelaskan bahwa pembangunan rabat beton di Desa Tajo telah dilakukan sejak tahun 2022, dan saat ini masih tersisa sekitar tiga kilometer yang akan terus diperjuangkan penyelesaiannya.
Tak hanya itu, warga juga berharap adanya perhatian terhadap jalan Ladua Tosora Gancengnge-Aluppang, yang merupakan jalur alternatif dari Takkalalla menuju Sengkang. Jalan tersebut dinilai strategis karena lebih dekat serta menjadi jalan produksi bagi warga, mengingat banyaknya lahan persawahan di kawasan tersebut.
AD Mayang menilai aspirasi tersebut sangat rasional dan sejalan dengan kebutuhan masyarakat desa, khususnya dalam mendukung mobilitas, pendidikan, dan perekonomian warga.
“Reses ini menjadi komitmen kami untuk terus hadir, mendengar, dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” tutupnya. (Humas DPRD Wajo)