Hari Jadi Soppeng ke-765, Sinergi Sulsel Kian Diperkuat
Font Terkecil
Font Terbesar
SULSELINFO.net WAJO – Bupati Wajo, H. Andi Rosman, S.Sos., M.M., menghadiri peringatan Hari Jadi Soppeng (HJS) ke-765 yang berlangsung di Gedung Pertemuan Masyarakat Soppeng, Rabu (8/4/2026).
Kehadiran Bupati Andi Rosman bersama rombongan dari Kabupaten Wajo menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi daerah tetangga tersebut, sekaligus sebagai wujud soliditas antar pemimpin daerah di Sulawesi Selatan dalam menjaga hubungan baik serta memperkuat semangat gotong royong antar kabupaten/kota.
Acara ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting tingkat provinsi dan daerah, di antaranya Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.
Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Jufri Rahman, Wakil Ketua DPRD Sulsel Sufriadi Arif, Kepala BPK RI Perwakilan Sulsel Winner Franky Halomoan, Direktur Utama Bank Sulselbar Yulis Suandi, serta anggota DPRD Sulsel Anarchie Arus Bakti.
Selain itu, sejumlah kepala daerah juga tampak hadir, di antaranya Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Bupati Enrekang Yusuf Ritangnga, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah, Wakil Wali Kota Parepare H. Hermanto P., serta Wakil Bupati Luwu Utara Jumail Mappile.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Andi Rosman menyampaikan harapannya agar momentum Hari Jadi Soppeng ke-765 dapat semakin memperkuat sinergi dan kerja sama antar daerah di Sulawesi Selatan, khususnya dalam mendorong pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Hari jadi seperti ini menjadi momen penting untuk saling mendukung dan mempererat silaturahmi antar daerah. Semoga Soppeng terus maju dan semakin sejahtera,” ujar Andi Rosman.
Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo memiliki ikatan sejarah yang kuat dalam bingkai persaudaraan Tellumpoccoe.
“Tiga daerah ini tidak bisa dipisahkan. Dalam sejarah, kita telah mengikat sumpah dan janji melalui aliansi Tellumpoccoe yang dikenal dengan istilah Mallamung Patue Ri Timurung,” jelasnya.
“Ini adalah bentuk kesetaraan dan persaudaraan yang harus kita pegang erat hingga selamanya,” tutupnya.