Tanamkan Nilai Religi Sejak Dini, KKN 78 UINAM Hadirkan Festival Anak Sholeh di Desa Harapan
Font Terkecil
Font Terbesar
SULSELINFO.net BARRU – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 78 Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Posko 7 menggelar Festival Anak Sholeh di Desa Harapan sebagai upaya membentuk generasi muda yang berakhlak dan berdaya saing. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 1 hingga 2 Mei 2026.
Festival tersebut disambut antusias oleh para siswa dari berbagai dusun di Desa Harapan. Sejumlah perlombaan bernuansa Islami digelar untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun rasa percaya diri peserta, di antaranya lomba adzan, tilawah, dan cerdas cermat Islami.
Pembukaan acara yang digelar pada Jumat (1/5) turut dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat. Imam Masjid Desa Harapan hadir memberikan doa dan dukungan spiritual, sementara perwakilan tokoh pemuda setempat menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Barru Dapil IV, H. Sulaiman, yang hadir sebagai tamu kehormatan. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun karakter generasi penerus.
“Festival Anak Sholeh bukan sekadar perlombaan, tetapi menjadi langkah nyata dalam membentuk generasi berakhlakul karimah di Kabupaten Barru, khususnya Desa Harapan,” ujarnya.
Koordinator Desa KKN 78 UINAM Posko 7 menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan mereka selama mengabdi di desa tersebut. Selain menjadi ajang kompetisi, festival ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberi dampak positif dan menjadi kenangan berharga bagi adik-adik di Desa Harapan. Antusiasme peserta menjadi motivasi tersendiri bagi kami,” ungkapnya.
Festival Anak Sholeh kemudian ditutup pada Sabtu (2/5) dengan pengumuman para pemenang lomba. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan perwakilan pemerintah daerah menunjukkan dukungan terhadap kegiatan edukatif dan religius yang digagas oleh mahasiswa di tingkat desa.