BREAKING NEWS

Wakil Ketua DPRD Wajo Apresiasi Pendidikan Pengawas Partisipatif Bawaslu


SULSELINFO.net
WAJO – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Wajo, Andi Muh. Rasyadi, menghadiri kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Wajo di Sekretariat Bawaslu Wajo, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang diikuti berbagai elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, akademisi, insan pers, serta tokoh masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan partisipatif dalam menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Wajo.



Selain Andi Muh. Rasyadi, kegiatan ini juga dihadiri Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Malik, jajaran Komisioner dan Kepala Sekretariat Bawaslu Wajo, serta seluruh peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif.

Wakil Ketua DPRD Wajo, Andi Muh Rasyadi menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bawaslu Wajo yang terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan pemilu melalui pendidikan politik yang berkelanjutan.

Menurut politisi senior PKB itu, keberhasilan penyelenggaraan pemilu yang demokratis dan berintegritas tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

“DPRD Wajo mendukung penuh langkah Bawaslu dalam membangun kesadaran kolektif ini. Pengawasan partisipatif merupakan bagian penting dalam upaya memperkuat kualitas demokrasi sekaligus mempersiapkan diri dalam menghadapi pemilu ke depannya,” ujar Andi Muh. Rasyadi.

Pria yang akrab disapa Pung Cadi itu juga menilai program Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi wadah strategis dalam membentuk masyarakat yang kritis, peduli, dan memiliki pemahaman yang baik terhadap proses demokrasi. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat dalam pengawasan, potensi pelanggaran pemilu dapat diminimalisir sehingga tercipta pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Sulsel, Dr. Malik, menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga demokrasi melalui pengawasan partisipatif.

“Para peserta P2P yang ada di sini diharapkan menjadi pelopor di tengah masyarakat untuk menjaga demokrasi kita melalui pengawasan partisipatif,” katanya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Wajo, Andi Hasnadi, juga menegaskan bahwa keterbatasan jumlah personel Bawaslu menjadi alasan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilu.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, kami ingin mencetak relawan-relawan demokrasi yang aktif dan memiliki kepedulian bersama dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas dan bermartabat,” ujarnya.(Humas DPRD Wajo)